Helmy86's Review Films Blog

28 Januari 2009

Tarzan ke Kota, Lebih Seru Suara Dubbing-nya

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 8:27 pm

SEBUAH film komedi petualangan yang seru untuk semua usia, Tarzan ke Kota, tayang serentak di bioskop mulai 4 Desember 2008.

Anda masih ingat dengan film Tarzan Kota yang dibintangi komedian serba bisa almarhum Benyamin S? Walaupun jauh berbeda dengan film di era 70-an itu, sutradara Reka Wijaya mencoba membuat film bertema serupa dengan judul Tarzan ke Kota.

Cerita film yang dibintangi Sandra Dewi, Vincent Club 80s ini memang tak selucu dibanding Tarzan Kota. Karakter Tarzan yang diperankan Ajul, tak banyak ‘mengundang’ tawa penonton, yang katanya film ini disebut sebagai komedi keluarga.

Dalam petualangannya ke hutan, Ratna (Sandra Dewi) diculik oleh Arde (Vincent Rompies) dan disembunyikan di sebuah gua. Di dalam gua, Ratna berkenalan dengan Tarzan (Ajul Jiung).

Ratna dan Tarzan segera menjadi teman baik. Tarzan pun mengantar Ratna pulang ke kota naik kuda. Para binatang teman-teman Tarzan terlihat sedih atas kepergiannya, namun Tarzan berjanji untuk kembali dan membawakan mereka semua oleh-oleh.

Setibanya di kota, dimulailah petualangan Tarzan. Keberadaan Tarzan akhirnya diketahui oleh Arde yang telah mengganti namanya menjadi Mamahi, alias Master Mata Hitam. Mamahi berusaha menipu Tarzan untuk menangkapi binatang-binatang liar untuk dijual sebagai bahan kosmetik.

Tarzan pun dimusuhi oleh sahabat-sahabatnya, karena dianggap telah menjual saudara sendiri pada orang kota.

Sentuhan Ratna yang diperankan Sandra Dewi, mampu mengobati kerinduan penggemarnya terhadap wajah cantik Sandra yang pertama dan terakhir kali tampil di film Quickie Ekspress.

Ada kelebihan film ini yang ingin ditonjolkan sutradara yang terlihat berbeda dengan film komedi lainnya, yakni banyaknya suara binatang, seperti Kera (Arie Dagienkz) dan Kuda (Indra Bekti) yang didubbing oleh suara manusia.

Di pertengahan film, terlihat adanya alur cerita yang ‘loncat’, yang membuat penonton mungkin akan bertanya-tanya.

Secara keseluruhan, film ini biasa-biasa saja. Justru dialog hewan yang di-dubbing suara manusia terdengar lebih lucu ketimbang aksi Tarzan sendiri.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: