Helmy86's Review Films Blog

17 Oktober 2009

Jangan Sembarangan Bernazar!

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 4:50 pm

Jangan pernah sembarangan dalam mengucap nazar. Seperti yang dialami oleh Cindy (Jessica Iskandar) ketika melihat sebuah poster kuis yang terpampang di sebuah warung yang memberikan hadiah utama mobil. Syaratnya memang terbilang susah, Cindy harus menemukan hadiah tersebut di balik tutup botol minuman. Cindy pun mengucapkan nazar akan berjanji menikahi tukang ketoprak bernama Jajat (Yton Club Eighties) jika berhasil mendapatkan hadiah utama tersebut.
(more…)

Iklan

5 Agustus 2009

Saatnya Aksi Lokal Unjuk Gigi

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 4:25 pm

Merantau adalah sebuah tradisi yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat yang wajib dijalankan bagi setiap laki-laki yang tinggal di Minangkabau untuk pembelajaran diri. Tak terkecuali bagi Yuda (Iko Uwais), seorang pesilat Harimau. Ia harus merantau ke Jakarta, dan meninggalkan Minangkabau. Meski sang ibu, Wulan (Christine Hakim) melarangnya, tapi karena sudah bagian dari tradisi, maka Yuda tetap pergi meninggalkan ibunya, dan kakaknya Yayan (Donny Alamsyah) dengan tujuan menjadi guru silat.
(more…)

23 Juli 2009

Para Musuh Masyarakat

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 1:43 pm

Di era depresi tahun 30-an, nama John Dillinger (Johnny Depp) memang seperti dewa penolong bagi kebanyakan masyarakat Amerika. Dillinger dan gerombolannya merampok bank dan membagikan uang hasil rampokan mereka pada masyarakat kecil. Image salah inilah yang kemudian ingin diubah J. Edgar Hoover (Billy Crudup).
(more…)

16 Juni 2009

Kembali Menjadi Muda Tak Selalu Mengatasi Masalah

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 3:54 pm

Bagaimana jadinya bila Anda yang berusia tiga puluhan tiba-tiba saja kembali menjadi remaja berusia tujuh belas tahun dan harus berjuang mati-matian menyesuaikan diri dengan lingkungan yang telah banyak berubah. Itulah yang terjadi pada Mike O’Donnell (Zac Efron).

Ketika masih di SMA, Mike adalah seorang remaja dengan masa depan cemerlang. Mike adalah atlet sukses dan mendapat bea siswa untuk melanjutkan pendidikan ke universitas terkenal. Sayangnya, di saat yang sama, Scarlett (Leslie Mann) hamil dan Mike harus segera membuat keputusan besar.
(more…)

4 Mei 2009

Mengungkap Kejahatan Antar Negara

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 7:28 pm

Kematian rekan kerjanya ketika menjalankan tugas membuat Louis Salinger (Clive Owen), seorang petugas interpol, menjadi terobsesi menuntaskan sebuah kasus besar yang melibatkan sebuah institusi keuangan terbesar di dunia. Louis bahkan tak sadar bahwa apa yang ia lakukan tak akan banyak berarti karena institusi besar itu sudah punya jaringan yang kokoh di seluruh dunia.

Louis yakin bahwa International Bank of Business and Credit (IBBC) memiliki kaitan dengan serangkaian kejahatan yang terjadi di seluruh dunia. Ia menduga bank yang berbasis di Luxembourg ini terlibat perdagangan senjata, money laundering, dan berkuasa menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di sebuah negara. Dengan bantuan seorang jaksa New York bernama Eleanor Whitman (Naomi Watts), Louis mulai menelusuri jejak kejahatan IBBC ini.

Petualangan ini membawa Louis berkeliling dunia mulai dari New York, Jerman, Perancis hingga Italia hanya untuk memburu Wilhelm Wexler (Armin Mueller-Stahl), CEO IBBC, yang bertanggung jawab atas seluruh operasi ilegal bank ini sekaligus yang menjadi penyebab kematian rekan kerja Louis. Mampukah, dua orang petugas hukum ini merobohkan sebuah organisasi yang sudah berakar kuat di seluruh dunia?

ini bisa disebut sebagai ‘sisi lain’ dari thriller dari Bourne atau Bond. Banyak adegan baku tembak dan kejar-kejaran dengan backdrop kota-kota terkenal di seluruh dunia namun dengan sosok hero yang lebih ‘manusia’. Artinya, Tom Tykwer, sang sutradara, tak membuat tokoh utama ini menjadi seorang ‘manusia super’ yang sanggup berbuat apa saja namun lebih sebagai seorang manusia yang berusaha keras mewujudkan apa yang diyakininya.

Pengambilan gambar bisa dibilang sempurna karena ada kesan ‘melelahkan’ yang terwakili dari trik kamera untuk menggambarkan perburuan mengelilingi dunia ini. Suguhan backdrop beberapa lokasi penting seperti Guggenheim Museum di New York juga digunakan dengan efektif dan tak ada kesan seolah lokasi-lokasi ini hanya sebuah tempelan dalam keseluruhan jalinan cerita.

Sayangnya kisah indah itu harus berakhir di sini karena ada beberapa celah dari sisi penulisan naskah. Karakter beberapa tokoh utama seolah tak cukup mendapat pengembangan sehingga tak mampu menarik simpati para penonton. Akhirnya kesan yang muncul adalah: mereka ada dan bergerak sesuai kebutuhan naskah dan bukannya menjadi satu dalam naskah. Mungkin ide cerita ini terlalu besar untuk dikemas dalam format film berdurasi kurang dari dua jam.

Karena naskah yang tak memadai, maka mau tak mau memang yang jadi korban adalah Clive Owen dan Naomi Watts. Mereka tak mampu berbuat banyak untuk membuat tokoh yang mereka perankan menjadi sosok yang nyata. Namun dengan segala batasan itu, aktor dan aktris ini masih mampu berakting dengan cukup baik.

Sumber : KapanLagi.com

Liburan Natal Yang Tak Akan Terlupakan

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 6:59 pm

Brad (Vince Vaughn) dan Kate (Reese Witherspoon) punya tradisi yang mereka lakukan setiap liburan Natal. Sepasang kekasih ini akan memanfaatkan waktu ini untuk berlibur jauh dari keluarga mereka. Dan mereka punya alasan kuat untuk melakukan itu.

Kedua orang tua Brad telah bercerai, begitu juga dengan orang tua Kate. Hubungan kedua keluarga ini pun jauh dari kata harmonis. Dan kondisi inilah yang membuat Brad dan Kate memutuskan lebih baik ‘berada sejauh mungkin’ dari keluarga ‘kacau’ ini. Karena itu mereka selalu merencanakan liburan jauh-jauh hari agar punya alasan untuk menghindar dari keluarga mereka masing-masing.
(more…)

Cinta Abadi Dibawa Mati

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 6:08 pm

Sepasang kekasih, Katherine Spencer (Eva Longoria) dan Dr. Henry Mills (Paul Rudd), yang telah lama menjalin hubungan asmara bermaksud segera menikah agar mereka berdua bisa berdua selamanya sampai maut memisahkan mereka. Malangnya, maut memang datang tepat di hari pernikahan mereka.

Karena sebuah kecelakaan, Katherine tertimpa patung es yang seharusnya menjadi hiasan di hari pernikahannya. Jiwa Katherine tak bisa diselamatkan dan kecelakaan fatal ini membuat Henry patah hati dan sulit menerima kejadian itu. Setahun berlalu, Chloe Mills (Lindsay Sloane), adik Henry, menyarankan agar Henry menemui seorang cenayang agar bisa berhubungan dengan arwah Katherine.
(more…)

7 April 2009

‘JAMILAH DAN SANG PRESIDEN’, Kisah Nyata Perdagangan Perempuan

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 5:19 pm

Seorang perempuan bernama Jamila (Atiqah Hasiholan) tiba-tiba menjadi headline di semua pemberitaan nasional. Ia mengaku membunuh seorang pejabat tinggi negeri dan menolak mengajukan pengampunan hukuman mati dari Presiden.

Jamila dimasukkan dalam penjara yang dipimpin oleh seorang sipir perempuan yang sangat ditakuti, Ibu Ria (Christine Hakim). Di penjara inilah cerita Jamila bergulir, membuka sebuah luka bernama perdagangan manusia yang dialami oleh Jamila dan jutaan anak di Indonesia. Selama ini Jamila mencari adiknya yang terjerat dalam sindikat prostitusi anak, yang akhirnya mengantar Jamila ke penjara.

Persidangan Jamila menjadi panas dan semakin kontroversial dengan kemunculan kepala golongan fanatik (Fauzi Baadilah) yang mati-matian menentang pengampunan dari Presiden. Konflik di dalam penjara dengan Ibu Ria makin meruncing, sementara tekanan dari luar juga menjadi tidak tertahankan. Jamila semakin terpuruk, hukuman matinya semakin dekat.

Ide cerita JAMILAH DAN SANG PRESIDEN berawal dari tiga tahun yang lalu, UNICEF meminta Ratna Sarumpaet, sutradara teater handal yang juga aktivis perempuan, untuk menjalankan sebuah penelitian mengenai woman trafficking di Indonesia. Ratna berkelana ke Batam, Solo, Indramayu, Surabaya, dan kota-kota di Kalimantan, merekam beragam cerita dari ratusan ribu korban perempuan yang kemudian disatukannya dalam sebuah pementasan teater yang sangat membuka mata. Dua ratus ribu anak di bawah umur diperdagangkan di Indonesia setiap tahunnya untuk alasan yang sangat menyedihkan, kemiskinan dan kurangnya pendidikan.

Kedahsyatan tema dan kedalaman kebenaran yang diusung oleh pementasan teater JAMILA DAN SANG PRESIDEN menghasilkan pengakuan positif dari berbagai khalayak. Mata penonton basah, kepala-kepala tertunduk, kisah Jamila begitu mewakili hingga terbawa dan terus dikenang. Cerita ini harus diteruskan, JAMILA DAN SANG PRESIDEN dikonversikan menjadi sebuah media yang lebih bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat, yakni melalui sebuah film.

‘WAKIL RAKYAT’, Sindiran Halus Bagi Wakil Rakyat

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 4:54 pm

Menjelang pesta demokrasi atau Pemilu yang bakal digelar pada 9 April 2009 nanti, tema politik bisa menjadi salah satu inspirasi dalam sebuah film. Meski bertema politik, film yang disajikan tak harus serius. Seperti karya terbaru dari Starvision, WAKIL RAKYAT, yang kental dengan nuansa politik namun dikemas dengan komedi. Cerita berawal dari Bagyo (Tora Sudiro) yang harus kehilangan pekerjaannya sebagai cleaning service. Bagyo tak sengaja melakukan kekacauan pada acara partai Sosial Kerakyatan (PSK) yang dipimpin oleh Zainuddin (Joe Project Pop). (more…)

8 Maret 2009

Kata-Kata Kotor Bikin Acara Bercinta Lebih Hot

Filed under: Uncategorized — Helmi Budi Satrya @ 10:07 am

Kata-kata kasar dan makian memang tak pantas diucapkan di tempat umum. Tapi bagaimana kalau di malam-malam panas di ranjang bersama pasangan Anda kata-kata kasar ini dibisikkan di telinga Anda? Bisa jadi kata kasar ini terasa ‘nakal’ dan menggoda sebagai penghias saat-saat bercinta. Tapi, apa yang akan Anda katakan? Atau apa yang ingin didengar oleh pasangan Anda? Apakah kata-kata porno yang Anda bisikan akan membuatnya senang atau malah membuatnya jengkel? Temukan jawabannya di sini!
(more…)

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.